Tuesday, June 16, 2015

Tentang Lampu bohlam



Di awal penemuannya, lampu bohlam ini dibuat dari bahan kapas yang dikarbonasi yang diselubungi oleh tabung kaca hampa udara. Daya tahan dari lampu ini hanya selama 13 jam. Setelah itu, bahan yang digunakan adalah Bambu yang berasal dari jepang. Bahan inilah yang menjadi cikal-bakal penyebutan nama filamen untuk media dalam lampu bohlam. Lampu dengan filamen bambu ini memiliki daya tahan selama 600 jam. Seiring dengan perkembangannya bahan filamen dalam lampu bohlam, filamen yang sekarang digunakan adalah filamen yang berbahan wolfram yang memiliki daya tahan 1000 jam.
Model Lampu bohlam dahulu

Gambar dibawah adalah komponen komponen yang digunakan dalam bohlam.

bagian-bagin bohlam

Mekanisme kerja dari lampu bohlam ini adalah dengan mengalirkan listrik ke filamen, karena resistansi ( hambatannya yang sangat tinggi) listrik akan terhambat di filamen tersebut dan menghasilkan panas 2800 - 3700 derajat Kelvin. Panas inilah yang membuat warna filamen menjadi merah kekuningan yang sangat terang dengan gelombang yang sesuai dengan gelombang visual manusia.

Efisiensi yang dihasilkan dari lampu bohlam berkisar 1% - 10%. Hal ini dikarenakan sekitar 90% dari lampu bohlam ini dikonversikan menjadi radiasi panas. Bayangkan saja, jika dibandingkan dengan hasil pengeluaranan cahaya putih itu sekitar 242,5 lumen per wattnya, dan lampu bohlam hanya 10 lumen - 20 lumen per-wattnya. Tegangan kerja dari lampu pijar ini biasanya diantara 1 volt sampai 300 volt. Di indonesia sendiri, tegangan kerjanya sebesar 220 volt - 240 volt.

Lampu penetas telur

 Kelebihan lampu ini adalah memiliki warna yang khas dan terkesan lembut, panas yang dihasilkan sering digunakan sebagai alat penetas telur, harganya yang terjangkau dan mudah didapat. Kelemahannya adalah daya listrik yang diperlukan relatif besar, efisiensi yang sangat rendah, dan daya tahan yang rendah.

sumber gambar ; google,kaskus

No comments:

Post a Comment